Manusia membutuhkan suply oksigen
secara terus-menerus untuk proses respirasi sel, dan membuang kelebihan
karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari proses tersebut.
Pertukatan gas antara oksigen dengan karbondioksida dilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuh melalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolus yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukaran gas.
Jalannya Udara Pernapasan
1. Udara masuk melalui lubang hidung
2. melewati nasofaring
3. melewati oralfarink
4. melewati glotis
5. masuk ke trakea
5. masuk ke percabangan trakea yang disebut bronchus
6. masuk ke percabangan bronchus yang disebut bronchiolus
7. udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung yang disebut alveolus (jamak: alveoli)
Pertukatan gas antara oksigen dengan karbondioksida dilakukan agar proses respirasi sel terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel ini berasal dari atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang ada. Oksigen masuk kedalam tubuh melalui perantaraan alat pernapasan yang berada di luar. Pada manusia, alveolus yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan untuk tempat pertukaran gas.
Jalannya Udara Pernapasan
1. Udara masuk melalui lubang hidung
2. melewati nasofaring
3. melewati oralfarink
4. melewati glotis
5. masuk ke trakea
5. masuk ke percabangan trakea yang disebut bronchus
6. masuk ke percabangan bronchus yang disebut bronchiolus
7. udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung yang disebut alveolus (jamak: alveoli)


pertukaran udara yang sebenarnya
hanya terjadi di alveoli. Dalam paru-paru orang dewasa terdapat sekitar
300 juta alveoli, dengan luas permukaan sekitar 160 m2 atau sekitar 1
kali luas lapangan tenis, atau luas 100 kali dari kulit kita.
Nasal (Hidung)
Hidung merupakan organ pernapasan yang pertama
dilalui udara luar. Didalam rongga hidung terdapat rambut dan selaput
lendir berguna untuk menyaring udara yang masuk, lendir berguna untuk
melembabkan udara, dan konka untuk mengangatkan udara pernapas
Faring
Faring merupakan percabangan dua saluran,
yaitu saluran tenggorokan (nasofaring) yang merupakan saluran
pernapasan, dan saluran kerongkongan (oralfaring) yang merupakan
saluran pencernaan.
Laring (pangkal tenggorokkan)
merupakan bagian pangkal dari saluran
pernapasan (trakea). Laring tersusu atas tulang rawan yang berupa
lempengan dan membentuk struktur jakun. Diatas laring terdapat katup
(epiglotis) yang akan menutup saat menelan. Katup berfungsi mencegah
makanan dan minuman masuk ke saluran pernapasan. Pada pangkal larink
terdapat selaput suara. Selaput suara akan bergetar jika terhembus
udara dari paru-paru

Trakea (tenggorokan)
Batang tenggorokan terletak di daerah leher
didepan kerongkongan. Batang tenggorokkan berbentuk pipa dengan panjang
10 cm. dinding trakea terdiri atas 3 lapisan, lapisan dalam berupa
epithel bersilia dan berlendir. Lapisan tengah tersusun atas cincin
tulang rawan dan berotot polos. lapisan luar tersusun atas jaringan
ikat. Cincin tulang rawan berfungsi untuk mempertahankan bentuk pipa
dari batang tenggorokkan, sedangkan selaput lendir yang sel-selnya
berambut getar berfungsi menolak debu dan benda asing yang masuk
bersama udara pernapasan. Akibat tolakan secara paksa tersebut kita
akan batuk atau bersin.
Bronchus
(cabang tenggorokkan)
Ujung
tenggorokkan bercabang dua disebut bronchus, yaitu bronchus kiri dan
bronchus kanan. Struktur bronchus kanan lebih pendek dibandingkan
bronchus sebelah kiri. kedua bronchus masing-masing masuk kedalam
paru-paru. Didalam paru-paru bonchus bercabang menjadi bronchiolus yang
menuju setiap lobus (belahan) paru-paru. bronchus sebelah kanan
bercabang menjadi 3 bronchiolus, sedangkan sebelah kiri bercabang
menjadi 2 bronchiolus. Cabang bronchiolus yang paling kecil masuk ke
dalam gelembung paru-paru yang disebut alveolus. Dinding alveolus
mengandung banyak kapiler darah. melalui kapiler darah oksigen yang
berada dalam alveolus berdifusi masuk ke dalam darah.
Pulmo (alveolus)
Paru-paru terletak dalam rongga dada diatas
diafraghma. Diafraghma adalah sekat rongga badan yang membatasi rongga
dada dengan rongga perut.
Paru-paru
terdiri dari dua bagian yaitu paru-paru sebelah kiri dan paru-paru
sebelah kanan. Paru-paru kanan memiliki tiga gelambir sedangkan
paru-paru kiri terdiri atas 2 gelambir.
Paru-paru dibungkus oleh 2 buah selaput yang
disebut selaput pleura. Selaput pleura sebelah luar yang berbatasan
dengan dinding bagian dalam rongga dada disebut pleura parietal,
sedangkan yang membungkus paru-paru disebut pleura visceral. Diantara
kedua selaput terdapat rongga pleura yang berisi cairan pleura yang
berfungsi untuk mengatasi gesekan pada saat paru-paru mengembang dan
mengempis.

1. DiafraghmaMerupakan sekat rongga dada yang membatasi antara rongga dada dengan rongga perut. Rongga dada berisi paru-paru dan jantung, sedangkan rongga perut berisi lambung dan alat-alat pencernaan lainnya).
2. Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis)Merupakan otot tempat melekatnya tulang rusuk. otot ini akan berkontraksi atau relasasi saat terjadi proses pernapasan.permukaan bagian dalan rongga dada dan permukaan luar dari paru-paru dilapisi oleh membran pleura. membran pleura yang melapisi bagian dalam rongga dada disebut pleura parietal, sedangkan yang melapisi paru-paru disebut pleura visceral. Diantara kedua membran terdapat rongga pleura yang berisi cairan getah bening.
Mekanisme bernapasPernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada terjadi melalui fase inspirasi dan ekspirasi, demikian juga untuk pernapasan perut.
Mekanisme pernapasan dada1. Fase Inspirasi pernapasan dadaMekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru
2. Fase ekspirasi pernapasan dadaMekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut:Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.
mekanisme pernapasan perut1. Fase inspirasi pernapasan perutMekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk
2. Fase ekspirasi pernapasan perutMekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.

Udara pernapasan
Oksigen yang masuk dan keluar melalui alat-alat pernapasan disebut udara pernapasan. Udara pernapasan pada manusia dibedakan menjadi enam macam, yaitu:
1. Udara pernapasan biasa (volume tidal) --> VT
Merupakan udara yang masuk dan keluar paru-paru pada saat pernapasan biasa. Volume udara yang masuk dan keluar sebanyak 500 ml
2. Udara cadangan inspirasi (udara komplementer) --> UK
Merupakan udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-paru secara maksimal, setelah melakukan inspirasi normal. Besarnya udara komplementer adalah 2500 - 3000 ml
3. Udara cadangan ekspirasi (udara suplementer) --> US
Merupakan udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru secara maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa. Besarnya udara suplementer adalah 1250 - 1300 ml
4. Udara residu --> UR
merupakan udara yang tersisa di dalam paru-paru, yang berfungsi untuk menjaga agar paru-paru tetap dalam keadaan mengembang. besarnya udara residu adalah 1200 ml.
Oksigen yang masuk dan keluar melalui alat-alat pernapasan disebut udara pernapasan. Udara pernapasan pada manusia dibedakan menjadi enam macam, yaitu:
1. Udara pernapasan biasa (volume tidal) --> VT
Merupakan udara yang masuk dan keluar paru-paru pada saat pernapasan biasa. Volume udara yang masuk dan keluar sebanyak 500 ml
2. Udara cadangan inspirasi (udara komplementer) --> UK
Merupakan udara yang masih dapat dimasukkan ke dalam paru-paru secara maksimal, setelah melakukan inspirasi normal. Besarnya udara komplementer adalah 2500 - 3000 ml
3. Udara cadangan ekspirasi (udara suplementer) --> US
Merupakan udara yang masih dapat dikeluarkan dari paru-paru secara maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa. Besarnya udara suplementer adalah 1250 - 1300 ml
4. Udara residu --> UR
merupakan udara yang tersisa di dalam paru-paru, yang berfungsi untuk menjaga agar paru-paru tetap dalam keadaan mengembang. besarnya udara residu adalah 1200 ml.

Volume udara pernapasan
* Volume udara pernapasan berkisar 500 - 3500
ml
* Dari 500 ml udara yang
dihirup, hanya 350 ml yang sampai di alveolus, sisanya hanya sampai
saluran pernapasan.
* Jumlah oksigen
yang diperlukan sehari untuk tiap individu sebesar 300 cc.
Kapasitas paru-paru
Kapasitas paru-paru
1. Kapasitas vital --> KV
Merupakan kemampuan paru-paru mengeluarkan udara secara maksimal setelah melakukan inspirasi secara maksimal.
Kapasitas paru-paru dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
KV = VT + UK + US
Berdasarkan rumus di atas kapasitas vital
paru-paru adalah sebesar 4750 ml
2.
Kapasitas total --> KT
Merupakan
udara yang dapat tertampung secara maksimal di paru-paru secara
keseluruhan.
Kapasitas total
paru-paru dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
KT = KV + UR
Berdasarkan rumus di atas dapat dihitung
kapasitas total paru-paru adalah sebesar 5800 ml
Frekuensi pernapasan
Frekuensi pernapasan adalah intensitas memasukkan atau mengeluarkan udara per menit. Pada umumnya intensitas pernapasan pada manusia berkisar antara 16 - 18 kali.
Frekuensi pernapasan adalah intensitas memasukkan atau mengeluarkan udara per menit. Pada umumnya intensitas pernapasan pada manusia berkisar antara 16 - 18 kali.
Faktor yang
mempengaruhi kecepatan frekuensi pernapasan adalah:
1. Usia
Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih
cepat dibandingkan manula. Semakin bertambah usia, intensitas
pernapasan akan semakin menurun
2. Jenis kelamin.
Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih
cepat dibandingkan perempuan
3.
Suhu tubuh
Semakin tinggi suhu
tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat
4. Posisi tubuh
Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan
atau berlari dibandingkan posisi diam. frekuensi pernapasan posisi
berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk. Frekuensi pernapasan
posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap.
5. Aktivitas
Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi
pernapasan akan semakin cepat
Pertukaran Oksigen dan
Carbondioksida
1.
pertukaran oksigen
Kebutuhan
oksigen setiap individu berbeda-beda tergantung pada umur, aktivitas,
berat badan, jenis kelamin dan jumlah makanan yang dikonsumsi makanan
yang dikonsumsi.
Dalam keadaan
biasa jumlah oksigen yang dibutuhkan sebanyak 300 ml perhari per
individu. Sebagian besar oksigen diangkut oleh hemoglobin dengan reaksi
sebagai berikut:
Hb4 + 4 O2 -----> 4 HbO2
Proses pengikatan dan pelepasan oksigen
dipengaruhi oleh tekanan oksigen, kadar oksigen, kadar carbondioksida
dan kadar oksigen dan karbondioksida di jaringan tubuh.
Penjelasan dari
segi tekanan dapat dijelaskan sebagai berikut:
Tekanan oksigen di udara sama dengan tekanan
oksigen dalam alveolus. Tekanan oksigen di arteri 100 mmHg, tekanan
oksigen di jaringan 0 - 40 mmHg, tekanan oksigen di vena 40 mmHg. Jadi
tekanan oksigen di udara luar = tekanan oksigen di alveolus. Tekanan
udara di alveolus lebih besar dibandingkan tekanan oksigen di arteri.
Tekanan oksigen di arteri lebih besar dari tekanan oksigen di jaringan.
•Berapa cc O2 yang dapat diangkut oleh 5 liter
darah, sekali beredar ke seluruh tubuh?
Setiap 100 cc darah di arteri mampu mengangkut 19 ccO2.
Setelah sampai di vena setiap 100 cc darah masih mengandung O2 sebanyak 12 cc Jadi volume O2 yang tertinggal di jaringan adalah 7 cc.
•Jika volume darah ada 5 liter, atau 5000 liter, maka volume O2 yang sampai ke jaringan sekali beredar adalah:
•5000 / 100 x 7 cc = 50 x 7 = 350 cc
Setiap 100 cc darah di arteri mampu mengangkut 19 ccO2.
Setelah sampai di vena setiap 100 cc darah masih mengandung O2 sebanyak 12 cc Jadi volume O2 yang tertinggal di jaringan adalah 7 cc.
•Jika volume darah ada 5 liter, atau 5000 liter, maka volume O2 yang sampai ke jaringan sekali beredar adalah:
•5000 / 100 x 7 cc = 50 x 7 = 350 cc
2.
pertukaran Karbondioksida
P.CO2
di jaringan tubuh = 60 mmHg à P. CO2 di vena = 47 mmHg à P. CO2 di
alveolus atau luar tubuh = 35 mmHg
•Pengangkutan CO2 oleh darah dilakukan 3 cara yaitu:
•Pengangkutan CO2 oleh darah dilakukan 3 cara yaitu:
a. Oleh plasma darah
CO2 + H2O H2CO3
Pengangkutan ini dibantu enzim karbonat anhidrase jumlah CO2 yang dapat di
angkut sebanyak 5 %.
CO2 + H2O H2CO3
Pengangkutan ini dibantu enzim karbonat anhidrase jumlah CO2 yang dapat di
angkut sebanyak 5 %.
b. Oleh Hemoglobin
CO2 + Hb -----> HbCO2 (Karbominohemoglobin)
CO2 + Hb -----> HbCO2 (Karbominohemoglobin)
c. Pertukaran klorida
- CO2 + H2O -------> HCO3
- H2CO3 -------> H+ dan HCO3
- H+ di ikat Hb, krn bersifat racun dalam sel
- HCO3 --------> ke plasma darah
- HCO3 ---------> diganti oleh Cl-
- CO2 + H2O -------> HCO3
- H2CO3 -------> H+ dan HCO3
- H+ di ikat Hb, krn bersifat racun dalam sel
- HCO3 --------> ke plasma darah
- HCO3 ---------> diganti oleh Cl-
Gangguan pada alat
pernapasan
Kelainan Dan
Penyakit Pada Sistem Pernapasan Alat-alat pernapasan merupakan organ
tubuh yang sangat penting. Jika alat ini terganggu karena penyakit atau
kelainan maka proses pernapasan akan terganggu, bahkan dapat
menyebabkan kematian.Berikut akan diuraikan beberapa macam gangguan yang
umum terjadi pada saluran pernapasan manusia.
1. Influenza (flu), penyakit
yang disebabkan oleh virus influenza. Gejala yang ditimbulkan antara
lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa
gatal.
2. Asma atau sesak napas,
merupakan suatu penyakit penyumbatan saluran pernapasan yang disebabkan
alergi terhadap rambut, bulu, debu, atau tekanan psikologis. Asma
bersifat menurun.
3. Tuberkulosis (TBC),
penyakit paru-paru yang diakibatkan serangan bakteri mycobacterium
tuberculosis. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil
atau peradangan pada dinding alveolus. Jika bagian paru-paru yang
diserang meluas, sel-selnya mati dan paru-paru mengecil. Akibatnya
napas penderita terengah-engah.
4. Macam-macam peradangan pada
sistem pernapasan manusia:a. Rinitis, radang pada rongga hidung akibat
infeksi oleh virus, missal virus influenza.
a. Rinitis juga dapat terjadi
karena reaksi alergi terhadap perubahan cuaca, serbuk sari, dan debu.
Produksi lendir meningkat.
b. Faringitis, radang pada
faring akibat infeksi oleh bakteri Streptococcus. Tenggorokan sakit dan
tampak berwarna merah. Penderita hendaknya istirahat dan diberi
antibiotik.
c. Laringitis, radng pada
laring. Penderita serak atau kehilangan suara. Penyebabnya antara lain
karena infeksi, terlalu banyak merokok, minum alkohol, dan terlalu
banyak serak.
d. Bronkitis, radang pada
cabang tenggorokan akibat infeksi. Penderita mengalami demam dan banyak
menghasilkan lendir yang menyumbat batang tenggorokan.
e. Sinusitis, radang pada
sinus. Sinus letaknya di daerah pipi kanan dan kiri batang hidung.
Biasanya di dalam sinus terkumpul nanah yang harus dibuang melalui
operasi.
5. Asfikasi, adalah gangguan
pernapasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen yang
disebabkan oleh: tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia
(akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan
CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan).
6. Asidosis, adalah kenaikan
adalah kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah,
sehingga pernapasan terganggu.
7. Difteri, adalah
penyumbatanpada rongga faring atau laring oloeh lendir yang dihasilkan
kuman difteri.
8. Emfisema, adalah penyakit
pembengkakan karena pembuluh darahnya kemasukan udara.
9. Pneumonia, adalah penyakit
infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus yang
menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
10. Wajah adenoid (kesan wajah
bodoh), disebabkan adanya penyempitan saluran napas karena
pembengkakan kelenjar limfa atau polip, pembengkakan di tekak atau
amandel.
11. Kanker paru-paru,
mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru. Kanker paru-paru dapat
menjalar ke seluruh tubuh. Kanker paru-paru sangat berhubungan dengan
aktivitas yang sering merokok. Perokok pasif juga dapat menderita
kanker paru-paru. Penyebab lainnya yang dapat menimbulkan kanker
paru-paru adalah penderita menghirup debu asbes, radiasi ionasi, produk
petroleum, dan kromium.
Pengaruh
Rokok Terhadap Kesehatan
Kandungan Asap
RokokAsap rokok yang dihirup seorang perokok mengandung komponen gas
dan partikel.komponen gas terdiri dari karbon monoksida, karbon
dioksida, hydrogen sianida, amoniak, oksida dari nitrogen, dan senyawa
hidrokarbon. Adapun komponen partikel terdiri dari tar, nikotin,
benzopiren, fenol, dan kadmium.
Asap
yang dihembuskan para perokok dapat di bagi atas asap utama dan asap
samping. Asap utama merupakan asap tembakau yang dihirup langsung oleh
perokok, sedangkan asap samping merupakan asap tembakau yang disebarkan
ke udara bebas, yang akan dihirup oleh orang lain atau perokok pasif.
Terdapat 4000 jenis bahan kimia dalam rokok, dan 40 jenis di antaranya
bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker), dimana bahan racun ini
lebih banyak didapatkan pada asap samping. Misalnya karbon monoksida, 5
kali lipat lebih banyak ditemukan pada asap samping daripada asap
utama , benzopiren 3 kali, dan ammonia 50 kali. Bahan bahan ini dapat
bertahan di ruangan berjam jam lamanya.
Penyakit Akibat Merokok.
Merokok dapat menyebabkan perubahan struktur
dan fungsi saluran pernapasan dan jaringan paru-paru. Akibat perubahan
anatomi saluran pernapasan tersebut, pada perokok akan timbul perubahan
fungsi paru-paru.
Merokok juga
merupakan penyebab timbulnya penyakit obstruksi paru menahun, termasuk
emfisema (pembengkakan paru-paru), bronkitis kronis, dan asma. Merokok
menjadi pemicu utama penyebab penyakit kanker paru-paru. Hubungan
tersebut telah diteliti dan akhirnya secara tegas memang bahwa rokok
sebagai penyebab utama kanker paru-paru.
Dibandingkan dengan bukan seorang perokok,
kemungkinan timbulnya kenker paru-paru pada perokok mencapai 10-30 kali
lipat.Gangguan yang ditimbulkan akibat merokok antara lain sebagai
berikut.
1. Jantung KoronerMerokok menjadi faktor
utama penyebab penyakit pembuluh darah jantung koroner. Merokok juga
berakibat buruk bagi pembuluh darah otak dan pembuluh darah perifer.
2. StrokePenyumbatan pembuluh darah otak yang
bersifat mendadak sehingga pecah banyak dikaitkan dengan kegiatan
merokok. Risiko stroke dan risiko kematian lebih tinggi pada perokok
dibandingkan bukan perokok
3. Memudahkan Terjangkit AIDSDalam penelitian
yang banyak dilakukan di amerika serikat dan inggris, didapatkan
kebiasaan merokok memperbesar kemungkinan timbulnya AIDS pada pengidap
HIV. Pada kelompok perokok, AIDS timbul rata-rata dalam 8,17 bulan,
sedangkan pada kelompok bukan perokok timbul setelah 14,5 bulan.
Ternyata merokok menurunkan kekebalan tubuh sehingga lebih mudah
terkena AIDS.
4. Gangguan Fisiologis Nikotin
menyebabkan ketagihan. Selain itu, nikotin juga merangsang pelepasan
andrenalin, meningkatan frekuensi jantung, tekanan darah, dan kebutuhan
oksigen jantung. Nikotin juga mengganggu kerja saraf, otak, dan banyak
bagian tubuh lainnya. Nikotin juga dapat mengaktifkan trombosit
sehingga terjadi adhesi (penempelan) trombosit ke dalam pembuluh darah.
Karbon monoksida melarutkan hemoglobin, sehingga persediaan opksigen
untuk jaringan tubuh menurun. CO menggantikan tempat oksigen di
hemoglobin, mengganggu pelepasan oksigen, dan mempercepat
aterosklerosis (pengapuran/penebalan dinding pembuluh darah). CO membuat
darah mengental dan mudah menggumpal.
SISTEM
PERNAPASAN VERTEBRATA
Vertebrata
terdiri dari lima kelompok, yaitu ikan, katak, reptilia, burung dan
mamalia.Kelima anggota vertebrata tersebut memiliki susunan alat dan
sisitem pernapasan berbeda. Akan dibahas Sbb.
A. Sistem
Pernapasan Pada Ikan
Ikan hanya dapat
hidup di air dan mempunyai alat pernapasan yang khusus. Ikan bernapasa
dengan insang yang terdapat pada sisi kanan dan kiri kepala. Ikan
bertulang sejati misalnya ikan mas, mempunyai tutup insang atau disebut
operculum. Insang mempunyai lembaran yang halus yang banyak mengandung
kapiler darah sehingga berwarna merah.Pada beberapa jenis ikan, rongga
insangnya meluas membentuk lipatan tidak teratur yang disebut labirin.
Rongga labirin berguna untuk menyimpan udara sehingga ikan tersebut
dapat hidup di lingkungan yang kurang oksigen.
B. Sistem Pernapasan Pada Katak
Katak mempunyai daur hidup di dua alam yang
berbeda yaitu di darat dan di air. Oleh karena itu katak disebut hewan
amfibi. Waktu katak masih berbentuk larva, berudu hidup di air dan
bernapas dengan insang.
Berudu memiliki 3 pasang
insang luar yang terdapat di belakang kepala. Insang luar terdiri atas
lembaran halus yang banyak mengandung kapiler darah. Apabila insang ini
bergetar, maka air disekelilingnya selalu berganti dan oksigen yang
larut dari air di sekeliling insang ini berdifusi masuk ke dalam
pembuluh kapiler darah. Seiring dengan pertumbuhan berudu, timbul celah
insang dan terbentuk insang dalam. Insang dalam mempunyai tutup insang
seperti pada ikan. Kemudian berudu perlahan-lahan menjadi katak
dewasa. Katak dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit. Jika
dari kulit Oksigen dari udara berdifusi melalui kulit yang basah
kiemudian masuk ke pembuluh kapiler darah. Oleh karena itu katak sering
berada di tempat berair supaya kulitnya tetap lembab. Selain itu
selaput kulit pada rongga mulutnya juga di gunakan untuk memasukkan
oksigen ke dalam darah secara difusi.
C. Sistem Pernapasan Pada Reptilia
Secara umum reptilia bernapas menggunakan
paru-paru. Tetapi pada beberapa reptilia, pengambilan oksigen dibantu
oleh lapisan kulit disekitar kloaka. Pada reptilia umumnya udara luar
masuk melalui lubang hidung, trakea, bronkus, dan akhirnya ke
paru-paru. Lubang hidung terdapat di ujung kepala atau moncong. Udara
keluar dan masuk ke dalam paru-paru karena gerakan tulang rusuk.
D. Sistem Pernapsan Pada Burung
Burung ketika terbang digerakan oleh otot-otot
dada. Ketika terbang gerakan otot dada dapat mengganggu pengambilan
oksigen oleh paru-paru. Oleh karena itu, selain dengan bernapas dengan
paru-paru, burung mempunyai alat bantu yang bernama kantong udara.
Kantong udara mempunyai fungsi :
1. membantu pernapasan pada waktu terbang
2. membantu memperbesar ruang siring sehingga
dapat memperkeras suara
3. menyelubungi
alat-alat dalam rongga tubuh hingga tidak kedinginan
4. membantu mencegah hilangnya panas badan yang
terlalu besar
Saluran pernapasan yang
terdiri atas lubang hidung, trakea, bronkus, dan paru-paru. Pada
percabangan tenggorokan terdapat alat suara atau siring. Siring adalah
selaput suara yang bergetar dan menghasilkan bunyi jika dilewati udaraMateri dalam format powerpoint (ppt) Download disini
Tes blok respirasi 1 Download disini
Tes Blok Respirasi 2 Download disini
Her tes blok Respirasi Download disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar